Pemberdayaan Bakat dan Keluhuran Gagasan Papua

Pemberdayaan Bakat dan Keluhuran Gagasan Papua

Orang Papua secara umum dibagi kedalam dua kelompok besar menurut pembagian bahasa yang digunakan. Kedua bahasa tersebut adalah bahasa Austronesia dan bahasa Non Austronesia. Ada-pun bahasa-bahasa yang masuk dalam kelompok Austronesia disebut dengan nama bahasa-bahasa Papua. Dua bahasa ini merupakan bahasa induk yang kedalamnya tergolong bahasa-bahasa lokal yang kurang lebih 250 buah bahasa (Silzer, 1986; Penelitian Program Bahasa, Uncen, 2001

            Pada masyarakat tradisional sedikitnya ada 8 (delapan) macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik yang digunakan oleh manusia yang hidup dalam masyarakat kecil yang berpindah-pindah, atau masyarakat petani di pedesaan. Ke-8 (delapan) sistem peralatan itu adalah: (1) alat-alat produksi, (2) Senjata, (3) Wadah, (4) Alat untuk membuat perahu, (5) Makanan, Minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu; (6) Pakaian dan perhiasan, (6) Tempat berlindung dan rumah, dan (7) alat-alat transportasi.

            Peralatan hidup yang digunakan dalam kebudayaan orang Papua sangat bervariasi sesuai dengan kondisi alam (zona ekologis) tanah Papua. Selain itu, peralatan hidup yang bervariasi juga merupakan hasil dari proses akulturasi (kontak budaya) yang terjadi di tanah Papua. Misalnya, etnis yang tinggal di daerah pantai penggunaan peralatan jauh lebih lengkap dibandingkan dengan etnis yang ada di daerah pedalaman. Peralatan hidup yang dimiliki orang Papua umumnya berfungsi sebagai alat produksi (mengolah sumber daya alam), sebagai wadah (tempat makan, menyimpan, dan mengolah), sebagai senjata (berburu dan berperang,), sebagai pakaian dan perhiasan, dan sebagai status sosial.

SHARE