Kultur Perempuan Papua dalam Budaya Noken

Kultur Perempuan Papua dalam Budaya Noken

    Setiap hari perempuan – perempuan Papua malam dan siang membuat Noken. Tidak ada dan tidak demi pemenuhan kebutuhan dalam merawat anak dalam hal menggendong anak dalam beraktivitas sehari - hari. Membuat Noken demi menyenangkan suami karena Noken dirasionalkan sebagai simbol kemampuan istri mampu bertanggung jawab dengan keluarga. Tradisi pengetahuan akan pentingnya Noken dalam ekspresi keseharian inilah yang menciptakan kebiasaan turun temurun yang abadi dalam mendedikasikan Noken sebagai sumber inspirasi utama perempuan Papua untuk dapat menghargai kehidupan sejatinya sebagai orang Papua.

         Aktualisasi Noken dalam  keseharian masyarakat Papua tentu tak hanya menciptakan sisi  keluhuran budaya, Noken juga harus tetap dipandang sebagai bagian terpenting dari industri kreatif di Indonesia. Industri kreatif merupakan proses aktivitas dan kreativitas pikir serta keterampilan menciptakan berbagai produk di bidang ekonomi, industri, usaha teknologi, informasi, alam, flora, dan fauna.

         Sebagai basis industri kreatif, ranah dari dunia Industri kreatif itu mencakup: desain, fesyen, fotografi, music, pertunjukan, kerajinan, arsitektur, dan kuliner. Penggalian potensi industri kreatif di berbagai ranah kehidupan masyarakat dan penggarapan berbagai potensi itu menjadi produk kreatif. Pada kontekstual ini, memberdayakan kearifan lokal untuk  lahirnya kreativitas berwujud fisik dan non fisik, baik itu tas, dompet, hiasan sampai dengan kreativitas non fisik seperti pengetahuan kebudayaan merupakan kekayaan rasionalitas ldari penguatan dari realitas lingkungan keseharian secara prosesual, Papua telah menempatkan Noken sebagai wujud material kebudayaan secara utuh yang tak hanya menjadi sumber kekuatan tradisi tapi juga menjadi bantalan ketahanan untuk menjawab banyak masa depan kehidupan masyarakat Papua.

     Tradisi noken dalam rakyat Papua mengkonstruksikan simbol-simbol yang mengandung makna- makna filosofis demokrasi (Warami, 2015, Ell, dkk., 2013:19-21 dan Pekei, 2011: 64) yang disimbolkan sebagai simbol relasi, kekeluargaan, identitas, perlindungan, ekonomi, sebagai estetika, dan spontanitas, kejujuran, keterbukaan, dan transparansi.  Kearifan lokal menyangkut budaya tertentu kiranya merupakan sebuah karakteristik yang khas dalam masyarakat tertentu. Kondisi inilah yang seringkali dinamakan dengan kearifan lokal yang mengacu pada kekayaan budaya dan tumbuh berkembang dalam sebuah masyarakat. Secara panjang, harus diakui jika kearifan lokal adalah kecerdasan manusia ataupun sekelompok (etnis) manusia yang diperoleh melalui berbagai pengalaman hidupnya serta terwujud dalam ciri-ciri budaya yang dimilikinya.

SHARE