Noken dan Pewarisan Ekosistem Budaya Masyarakat Papua
Perkembangan ruang tradisi yang sangat kuat di Papua dengan pengembangan tradisi dari masa ke masa telah membentuk organisasi sosial tradisional pada masyarakat Papua. Mereka membentuk suatu komunitas yang dibagi-bagi menjadi lingkungan-lingkungan yang ditinggali oleh klan-klan yang berbeda menggunakan unsur animisme dalam menamakan diri sebagai identitas klen/klan mereka yang dipelihara. Tak hanya konteks adat kondisi budaya Papua masih dalam kondisi asli dan pengetahuan mengenai lingkungan tradisi sangat dan ini cendrung diselaraskan dengan warisan memori budaya yang ada disetiap klan suku Papua.Salahsatu memori yang berharga secara budaya dan keluhuran adalah soal Noken. Kehidupan sehari – hari masyarakat orang Papua tak lepas dari Noken yang merupakan tas tradisional yang dibuat kaum perempuan dari bahan – bahan alam. Orang – orang yang membawa Noken datang dari berbagai tempat seperti halnya gunung – gunung dan desa. Mereka berkelompok dengan komunitas – komunitas kampung berdasarkan suku dan budaya.
Secara antropologis, ciri ciri komunitas kampung dalam perspektif budaya, kesatuan sosial yang otonom baik secara politik, ekonomi dan territorial. Dalam konsep territorial yang didalamnya terdapat batas alam, sungai, gunung, hutan, sungai dan lain sebagainya. Komunitas kampung juga memiliki tata ruang budaya tertentu yang biasanya seringkali digunakan sebagai berkebun, berburu, meramu, dan segala macam aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup. Komunitas kampung juga terdiri atas sejumlah klen yang mana masing – masing klen atau individu memiliki hak tanah atau hak komunal / hak ulayat dan hak individual. Pertumbuhan pesat dari relasi antar komunitas kampung inilah yang kemudian menciptakan kesadaran bersama untuk merawat Noken secara bahu membahu dalam melestarikan Noken berdasarkan pola – pola tradisi lokal yang berkembang antar komunitas kampung di setiap suku yang ada di Papua.
Setiap hari perempuan – perempuan Papua malam dan siang membuat Noken. Tidak ada dan tidak demi pemenuhan kebutuhan dalam merawat anak dalam hal menggendong anak dalam beraktivitas sehari - hari. Membuat Noken demi menyenangkan suami karena Noken dirasionalkan sebagai simbol kemampuan istri mampu bertanggung jawab dengan keluarga. Tradisi pengetahuan akan pentingnya Noken dalam ekspresi keseharian inilah yang menciptakan kebiasaan turun temurun yang abadi dalam mendedikasikan Noken sebagai sumber inspirasi utama perempuan Papua untuk dapat menghargai kehidupan sejatinya sebagai orang Papua.
Aktualisasi Noken dalam keseharian masyarakat Papua tentu tak hanya menciptakan sisi keluhuran budaya, Noken juga harus tetap dipandang sebagai bagian terpenting dari industri kreatif di Indonesia. Industri kreatif merupakan proses aktivitas dan kreativitas pikir serta keterampilan menciptakan berbagai produk di bidang ekonomi, industri, usaha teknologi, informasi, alam, flora, dan fauna.
Sebagai basis industri kreatif, ranah dari dunia Industri kreatif itu mencakup: desain, fesyen, fotografi, music, pertunjukan, kerajinan, arsitektur, dan kuliner. Penggalian potensi industri kreatif di berbagai ranah kehidupan masyarakat dan penggarapan berbagai potensi itu menjadi produk kreatif. Pada kontekstual ini, memberdayakan kearifan lokal untuk lahirnya kreativitas berwujud fisik dan non fisik, baik itu tas, dompet, hiasan sampai dengan kreativitas non fisik seperti pengetahuan kebudayaan merupakan kekayaan rasionalitas ldari penguatan dari realitas lingkungan keseharian secara prosesual, Papua telah menempatkan Noken sebagai wujud material kebudayaan secara utuh yang tak hanya menjadi sumber kekuatan tradisi tapi juga menjadi bantalan ketahanan untuk menjawab banyak masa depan kehidupan masyarakat Papua.
