Pemajuan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat
Seluruh kegiatan perempuan dalam kaitannya dengan noken senantiasa dilakukan tanpa meninggalkan tanggungjawab domestik seperti memasak, mengasuh anak dan memastikan anggota keluarga dalam kondisi sehat. Dalam analisis ini, peran gender bagi perempuan dalam hubungannya dengan noken adalah perempuan mampu melakukan perannya baik itu peran reproduktif (domestik), peran produktif (publik) dan peran sosial (kemasyarakatan). Dalam penjelasan lebih lanjut, noken merupakan produk (hasil) sektor informal yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat (pengrajin/penghasil). Itlay (2016) mengatakan bahwa pendapatan bersih penjual noken paling rendah sebesar 1 juta rupiah per bulannya. Pendapatan penjual noken menjadi tambahan penghasilan bagi rumah tangganya.
Dengan demikian, disimpulkan walaupun perempuan mampu melakukan seluruh peran gender (domestik, publik dan sosial) dalam siklus hidupnya ternyata nilai ekonomi yang dihasilkan perempuan dalam peran publiknya sangat besar diluar nilai ekonomi yang diperhitungkan dari peran domestiknya, misal perempuan memastikan anggota keluarga cukup makan dan sehat untuk melakukan perannya masing-masing dan menghasilkan nilai ekonomi. Ini berarti akumulasi nilai ekonomi yang merupakan kontribusi perempuan dalam sebuah institusi rumah tangga ketika melakukan peran gendernya sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari nilai ekonomi yang dihasilkan oleh laki-laki.
Tradisi noken dalam orang Papua sebagai simbol perlindungan, dimana noken dalam fungsinya sebagian komunitas pedalaman sebagai alat/kantung untuk menggendong/ menimangbayi sambil melakukan aktifitas lainnya. Dengan maksud, agar bayinya terlindungi saat perempuan (ibu) melakukan aktifitas lainnya. Noken digunakan perempuan, mampu mengendong/ menimang bayinya dibagian depan dan mengangkat hasil kebunnya dibagian belakang atau samping. Sehingga, perempuan tampak berada dalam dunia maskulin mirip seperti laki-laki yang berusaha mengangkat beban pada tubuhnya yang kekar (secara fisik).
Tak dapat dipungkiri jika noken dan perempuan adalah memberikan dampak besar bagi peran gender perempuan Papua dalam hubungannya dengan noken menggambarkan bahwa perempuan mampu melakukan perannya secara baik dan komprehensif, yakni dalam peran reproduktif (domestik), peran produktif (publik), dan peran sosial (kemasyarakatan). Pada sisi ini terungkap dalam konstruksi pengetahuan dan pemikiran noken dan perempuan Papua merupakan sebuah sistem yang berorientasi pada tindakan (action-oriented) yang berisi kepercayaan atau pandangan.
