Kekuatan Ekosistem Lingkungan sebagai Bantalan Kebudayaan Papua
Keadaan topografi Papua bervariasi mulai dari daratan rendah berawan sampai dataran tinggi yang dipadati dengan hutan hujan tropis, padang rumput dan lembah dengan alang-alangnya. Dibagian tengah berjejer rangkaian pegunungan tinggi sepanjang 650 km,salah satu pegunungan tersebut adalah pegunungan Jayawijaya dengan puncak 5.100 mdpl. Sungai sungai besar beserta anak sungainya mengalir ke arah selatan dan utara, sungai Digul, Sungai Membramo, sungai Warenai. Sungai sungai tersebut memiliki peranan penting bagi masyarakat sekitarnya baik sebagai sumber air, penyedia ikan, maupun sarana penghubung.
Dengan mengacu pada perbedaan topografi mempengaruhi keberagaman adat istiadat masyarakatnya, maka secara garis besar penduduk Papua dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu : ?Penduduk daerah pantai dan kepulauan dengan ciri-ciri umum, rumah panggung, mata pencaharian menokok sagu dan menangkap ikan.?Penduduk daerah pegunungan dengan mata pencaharian berkebun dan beternak secara sederhana.
Mengenai asal mula orang Papua, Teuku Jacob, guru besar Antropologi ragawi Universitas Negeri Gajah Mada pernah mengadakan proposisi dalam desertasinya yang berjudul “some problems Pertaining to the Racial History of the Indonesian Region” (1967). Ia menduga bahwa di zaman es yang terakhir kira-kira 800.000 tahun yang lalu ketika Papua masih menyatu dengan benua Australia, penduduk yang merupakan nenek moyang penduduk Papua dan Melanesia, tetapi juga nenek moyang penduduk asli Australia yang memiliki ciri Papua.
Melanosoid. Ketika zaman es berakhir dan permukaan laut menjadi tinggi, maka Australia terpisah dari Papua serta pulau-pulau Nusantara. Ciri fisik penduduk Papua dan Melanesia berkembang menjadi ciri-ciri ras melanosoid yang kita kenal sekarang, sedang ciri fisik penduduk australia berkembang menjadi ciri fisik ras Austroloid.
Dolumentasi Foto : Pemandangan di Pesisir Danau Sentani Tahun 1944. (Sumber Dokumentasi Foto : Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Foto Nigis New Guinea, Nomor 876)
