Jejak Sejarah Pertumbuhan Sosial Ekonomi Lokal Papua

Jejak Sejarah Pertumbuhan Sosial Ekonomi Lokal Papua
Kemajuan sisi pengetahuan dalam hal kebudayaan sejatinya memiliki konsep yang luas dan beragam. Hal ini terlihat dari ruang lingkupnya yang mencakup beberapa hal yang cukup luas jika dirinci seperti halnya sistem pengetahuan, dinamika demografi dan lingkungan fisik. Beberapa kajian secara antropologi sebenarnya lebih memposisikan penjelasan nilai ke Papuan pada sisi genesis seperti halnya asal mula dari masyarakat atau orang Papua itu sendiri yang dianggap masih ada relasinya dengan keberadaan masyarakat yang ada di Australia. Professor Teuku Jacob, guru besar Antropologi di Universitas Gajah Mada (UGM) pernah menjelaskan riset dalam desertasinya yang berjudul “some problems Pertaining to the Racial History of the Indonesian Region” (1967). Beliau menganalisis jika pada zaman es yang terakhir kira-kira 800.000 tahun lalu ketika Papua masih menyatu dengan benua Australia, ada interaksi dari penduduk yang merupakan nenek moyang penduduk Papua dan Melanesia, tapi juga nenek moyang penduduk asli Australia yang memiliki ciri Papua Melanosoid. Ketika zaman es berakhir dan permukaan laut menjadi tinggi, maka Australia terpisah dari Papua pulau-pulau Nusantara.

            Ciri fisik dari penduduk Papua dan Melanesia berkembang menjadi ciri-ciri ras melanosoid seperti yang dikenal sekarang, sedang ciri fisik penduduk australia berkembang menjadi ciri fisik ras Austroloid.  Secara sederhana, Ciri dan identitas orang Papua tidak pernah diteliti oleh para ahli mengenai ciri-ciri ras. Kajian analisis semacam ini biasanya dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi badan dan indeks ukuran tengkorak pada beberapa individu dibeberapa tempat yang terpencar.

            Analisis dari Malcom dan Mansoben (1985 & 1995) kelompok etnik yang beraneka ragam di Papua tersebar dalam 4 (empat)  zona ekologi. Zona ekologi tersebar diseluruh Papua, selain mempengaruhi mata pencaharian suku-suku yang mendiaminya juga turut mempengaruhi unsur-unsur budaya lain dalam hal menata sistem peralatan dan teknologi tradisional.penataan sistem pengetahuan, ekonomi, pemukiman  organisasi sosial, dan sistem kepemimpinan.

(Dokumentasi Foto : Salahsatu Pemandangan indah di Barat Daya  Netherlands New Guinea Gambar dari Jauh, Sumber : Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Foto NIGIS New Guinea, Nomor : 897)

 

SHARE